Pengertian Depresiasi (Penyusutan)

Pengertian Depresiasi (Penyusutan)

Penentuan penyusutan

Depresiasi adalah alokasi sistematis yang dimaksudkan untuk mengurangi atau mengurangi jumlah aset selama masa manfaatnya.

Aset tetap ini adalah aset perusahaan untuk mendukung kegiatan operasi. Setiap tahun biaya penyusutan timbul untuk aset tetap yang digunakan dalam operasi perusahaan. Secara umum, penerapan penyusutan aset tetap ke keuangan perusahaan dapat mempengaruhi laporan keuangannya, serta perubahan pajak penghasilan perusahaan.

Depresiasi sering dianggap sebagai kerugian dalam biaya penyelesaian, tetapi untuk seorang akuntan yang memahami laporan keuangan, depresiasi dapat dianggap sebagai alat untuk mengalokasikan biaya. Untuk lebih memahami, kami menyajikan beberapa definisi depresiasi menurut para ahli sebagai berikut:

Menurut Clesau, Weigant dan Warfield

Depresiasi adalah proses akuntansi yang memungkinkan Anda untuk mengalokasikan biaya material ke aset untuk pengeluaran sistematis dan nasional selama periode yang diharapkan untuk mendapatkan manfaat dari penggunaan aset ini.

Menurut Zaki Baridvan

Penyusutan adalah bagian dari harga pembelian aset tetap, yang dialokasikan secara sistematis untuk biaya periode pelaporan.

Menurut Peraturan tentang Standar Pelaporan Keuangan (PSAC)

Penyusutan adalah distribusi jumlah aset yang dapat diamortisasi selama estimasi masa manfaat. Amortisasi untuk periode pelaporan dibebankan langsung atau tidak langsung ke pendapatan.

Metode penyusutan dalam akuntansi

Pengertian Depresiasi (Penyusutan)

Ada beberapa metode penyusutan yang umum digunakan di perusahaan. Sesuai dengan definisi depresiasi di atas, yang mengharuskan akuntan menggunakan metode depresiasi yang rasional dan sistematis.

Misalnya, dalam studi kasus, perusahaan Anda ingin membeli mesin produksi baru untuk tujuan tertentu, ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Biaya mesin produksi baru = Rp. 500 juta
  • Perkiraan masa manfaat = 5 tahun
  • Perkiraan waktu = Rp50 juta
  • Usia produktif = 30 ribu jam

Dari uraian ini ada beberapa metode penyusutan yang dapat Anda gunakan untuk menghitung biaya penyusutan keuangan perusahaan Anda, termasuk:

1. Metode bujursangkar

Metode ini juga disebut metode garis lurus dan paling sering digunakan untuk menghitung biaya penyusutan. Metode ini berfokus pada penyusutan sebagai fungsi waktu, bukan fungsi penggunaan.

Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Biaya penyusutan = (Nilai aset – Nilai residu): (Periode / Periode Manfaat Aset)
  • Biaya penyusutan = (500 juta Rupee – 50 juta Rupee): 5 = Rupee. 90 juta

Namun, penggunaan metode ini dianggap kurang realistis karena penggunaan aset yang sama setiap tahun.

2. Metode memuat berkurang (metode pengurangan biaya)

Metode ini adalah metode penyusutan yang dipercepat, yang memberikan biaya lebih tinggi untuk penyusutan pada tahun awal dan biaya yang lebih rendah pada periode berikutnya. Fokus dari metode ini adalah pada peningkatan biaya penyusutan pada awal tahun, karena aset berkurang selama tahun berjalan.

3. Metode aktivitas (unit penggunaan atau produksi)

Metode ini melibatkan depresiasi tergantung pada kinerja atau penggunaan, dan bukan dalam hal waktu. Dalam uraian di atas, menentukan usia penyusutan pada peralatan produksi tidak memiliki masalah khusus, karena penggunaannya relatif sederhana untuk diukur.

Misalkan pada tahun pertama mesin produksi digunakan 4000 jam, dan kemudian biaya penyusutan dapat dihitung sebagai berikut:

Biaya penyusutan = [(500 juta Rupee – 50 juta Rupee) x 4000]: 30 ribu = Rupee. 60 juta

Tetapi metode ini memiliki keterbatasan, karena tidak cocok untuk digunakan dalam situasi penyusutan berdasarkan waktu, dan bukan pada aktivitas.

Sumber : https://guruakuntansi.co.id/

4. Metode penyusutan khusus

Dalam hal depresiasi, dijelaskan bahwa tujuannya adalah untuk mengetahui penyusutan manfaat dari aset perusahaan. Tetapi bagi sebagian orang, perusahaan tidak dapat memilih salah satu metode penyusutan yang disebutkan di atas, karena aset yang terlibat memiliki karakteristik unik atau memerlukan aplikasi khusus. Ada dua metode khusus yang dapat Anda terapkan pada kasus-kasus ini, yaitu:

  1. Metode kelompok dan gabungan sering digunakan untuk aset yang cukup homogen dan memiliki fungsi yang hampir sama.
  2. Metode dan kombinasi campuran sering digunakan sesuai dengan keinginan akuntan.